TOILET HARUS SEHAT DAN NYAMAN

Dalam dunia interior, nama beliau begitu dikenal. Pemilik nama lengkap Siti Adiningsih Adiwoso ini adalah seorang disain interior sekaligus Facility Planning dan Environmental Psychology. Tercatat sebagai salah satu anggota asosiasi disain di Amerika, serta salah satu pendiri Himpunan Disainer Interior Indonesia (HDII), beliau juga aktif sebagai anggota Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII). Menyelesaikan studi Bachelor di  di International Institute of Interior Design , Washington Dc, USA  serta Enviromental Design, Pratt Institute , New York, USA untuk gelar master,  kiprahnya di dunia interior sudah tak diragukan lagi. Aktif dalam membuat konsep desain, nama Naning identik dengan penguasaannya di bidang warna. Bekerja sama dengan salah satu produsen cat, Naning mengeluarkan color forecast yang menjadi pedoman para desainer interior dalam menentukan warna.
Kepedulian beliau yang begitu besar pada dunia interior, di tahun 2001 Naning mendirikan Inias (Indonesian Interior and Architectural Space) Resources Center. Pertimbangan utamanya adalah tuntutan akan regenerasi dalam menghadap tantangan di masa mendatang dalam era globalisasi, juga untuk  membantu para desainer yunior agar dapat bersaing ke depan dengan mendapatkan informasi dan network.. Kegiatan Inias diantaranya melalui acara INIAS Goes to Campus dan seminar-seminar.
Tahun 2008 lalu, Naning terlibat sebagai Initiator core founder Green Building Indonesia. Kepedulian beliau terhadap global warming mendorongnya untuk terlibat secara aktif dalam organisasi tersebut. Sejak tahun 2008 hingga sekarang beliau menjabat sebagai  Chairperson  Green Building Indonesia.
Belakangan ini Naning Adiwoso banyak berbicara masalah toilet umum, Ketertarikannya terhadap toilet umum diawali pada tahun 1999, saat mengikuti World Toilet Conference (WTC) di Fukuoka, Jepang. Dari situ, Naning mulai menyadari arti pentingnya toilet umum, kemudian aktif mengkampanyekan. Syarat pertama toilet umum harus bersih. Ada air, aman dan nyaman. Selain itu usahakan toilet dalam keadaan kering, mengingat 65% penyakit datangnya dari lantai. Kebutuhan akan toilet tidak hanya secara fisik, tapi juga psikologis. Bahkan saat ini WTO menyarankan sedikit mungkin penggunaan telapak tangan dalam toilet umum.
Naning banyak memberi penyuluhan betapa penting toilet umum di masa depan. Bergabung sekaligus salah satu pendiri Assosiasi Toilet Indonesia, Naning terlibat dalam mengeluarkan standarisasi toilet Indonesia, lewat tiga buku: Standar Toilet Indonesia, Cara Membangun Toilet Umum dengan Mudah, dan Membersihkan dan Memelihara Toilet Umum. Di buku ini diceritakan bagaimana membangun toilet umum. Terkait dengan hal ini, tahun 2007 Naning memperoleh  Provitae Award dari  International Federation of Inner Architect mengenai keterlibatannya dalam proyek “ GREEN TOILET-TSUNAMI ACEH”.
Aktif dalam bidang sosial, baru-baru ini  Naning Adiwoso, mendapatkan International Award berupa ProVitae Diploma dari International Federation of Interior Architect/Designers (IFI). Penghargaan ini diberikan untuk kontribusinya yang istimewa dalam kegiatan pengabdian sosial, khususnya dalam kiprahnya dalam pengembangan konsep Bio Toilet dalam pembangunan pasca Tsunami di Aceh.
Naning menuturkan, konsep Bio Toilet menerapkan teknologi pengolahan limbah dalam toilet umum. Tepat di bawah bangunan toilet umum (MCK), tertanam alat yang digunakan untuk mengolah kotoran manusia menjadi gas. Kemudian gas digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak warga setempat. Menurut Naning, meski berbahan baku kotoran manusia, gas yang dihasilkan tidak berbau. Selain itu produksi gas tidak akan pernah habis selama bahan baku selalu tersedia. Penerapan teknologi ini pada MCK terus digalakkan. Salah satunya ada di kawasan Petojo Utara, Jakarta, yang masuk dalam daftar kunjungan Hillary Clinton saat bertandang ke Indonesia baru-baru ini.