Sensasi Taman dalam Air

Kehadiran taman dalam air alias aquascape di dalam rumah, banyak memberi manfaat. Selain memberikan kesejukan di sekitarnya, juga memberi ketenangan ketika Anda menikmati sensasi taman dan ikan di dalamnya. Taman dalam air atau lebih di kenal dengan aquascape, belakangan ini telah menjadi populer dan menjadi hobi baru bagi kalangan tertentu. Ssuasana yang khas bisa Aanda dapatkan disini.
Jernihnya air, pantulan cahaya lampu serta beragam jenis tanaman di dalamnya yang bergoyang lembut diiringi gerakan halus aliran air, seperti memiliki daya tarik sendiri. Akuarium jenis ini memang berbeda dengan akuarium pada umumnya. Kkarena, aquascape lebih mengutamakan perawatan tamannya dan bukan kepada ikannya. Tidak semua jenis ikan cocok disandingkan dengan tanaman yang jumlahnya mendominasi isi akuarium. Aada jenis-jenis ikan yang bisa terganggu pertumbuhannya karena tanaman di sekitarnya, dan ada pula jenis ikan yang suka merusak tanaman di dalamnya.
 
Namun, kehadiran tanaman akan menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem di dalam air. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernafasannya dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai buangannya. Ssebaliknya tanaman menyerap karbon dioksida tersebut sebagai bahan baku selama proses fotosintesis untuk diubah menjadi makanan dan membangun tubuhnya.

Hubungan yang saling menguntungkan itu berjalan secara natural. Sselain itu, tanaman juga berfungsi menjadi biofilter yang akan menyerap kotoran dan urin ikan yang bisa berakibat racun untuk pertumbuhan ikan itu sendiri. “Patut dicermati, tanaman air yang ditanam dalam aquascape layaknya seperti tanaman darat. Yakni di dalam media tumbuh ditanami pasir kuarsa yang dicampur dengan pupuk khusus,” kata Riki Oktavianus Kkomala, salah satu aquascaper yang telah menjalani hobi dan bisnisnya ini selama 3 tahun. Riki juga menyarankan, agar terlihat bersih dan tanaman tertahan didalam media tanam, permukaan media biasanya dilapisi lagi dengan pasir yang masih bersih atau tanpa campuran pupuk. Sselain itu permukaan tanah dibuat berkontur supaya tampak berdimensi. Kkomposisi taman dalam air dibuat layaknya komposisi di dalam taman sesungguhnya. Ukuran, tekstur, karakter tumbuh dan warna disusun bergradasi tinggi rendahnya sehingga terlihat berdimensi dari setiap arah.

Komposisi tanaman dapat dikombinasikan dengan berbagai ornamen seperti batu dan kayu yang telah memfosil. Tapi, pemakaian batu karang untuk akuarium air tawar biasanya tidak dianjurkan, kecuali akuarium air laut. “Kkarena kandungan kapur batu karang mempengaruhi kualitas air yang berakibat negatif untuk pertumbuhan tanaman,” jelas Riki lebih lanjut.

Suhu & Cahaya

 
Sebagai aquascaper sejati, Riki juga menyarankan agar lingkungan tumbuh dalam air diupayakan mendekati kebutuhan tanaman. Sseperti halnya kebutuhan akan cahaya. Biasanya sorotan lampu kualitasnya harus menyerupai cahaya natural. Jenis lampu fluorescent biasanya digunakan untuk aquascape. Sselain hemat energi, cahaya yang dihasilkannya merata dan juga tidak menimbulkan panas. Tapi, karena intensitasnya terbatas, jenis lampu ini efektif bila ditempatkan pada ketinggian maksimum 60 cm dari permukaan air akuarium. Kebutuhan suhu di dalam air juga harus tetap terjaga, yakni tidak melebihi suhu 26º C karena bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak sehat bahkan bisa menjadi mati. Kkarenanya, untuk menjaga temperatur air dibutuhkan alat tambahan yaitu chiller controlled yang fungsinya sama dengan Aair Conditioned (AaC) yang dihubungkan dengan air melalui pipa instalasi.

kadar karbondioksida dalam air juga tetap dijaga dalam kondisi seimbang agar proses kehidupan dalam air berjalan normal. Caranya, dengan menggunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. “Pperubahan warna pada indikator menunjukkan kadar kandungan CO2 dalam air bisa cukup, lebih atau kurang,”. Jadi, lengkap sudah, hadirnya aquascape di rumah Aanda tak hanya sekadar memberi suasana visual, namun mata Aandapun jadi lebih rileks bahkan lebih mudah tidur.