SAMBUT CERIANYA IMLEK

Bagi yang masih kuat memegang tradisi, berkumpul bersama keluarga pada malam Imlek di rumah kerabat tertua, wajib hukumnya. Menyambut imlek tahun ini Christianto Roesli, sang dekorator, mencoba memberi inspirasi perayaan Imlek dalam sentuhan warna-warna kuat yang dominan.
     Bertempat di apartemen yang terbatas luasannya, tak lantas mengurangi kreatifitas untuk 

menampilkan keceriaan. Justru, interior ruangan yang tampil semarak lewat warna hijau dan ungu, menjadi nilai tambah. Karenanya, dipilih tone warna analogous, yaitu merah, ungu dan pink.
 

Menyambut kunjungan keluarga dan kerabat yang datang, dipilih sofa warna merah di sudut ruangan. Sofa yang cukup menampung 3-4 orang ini, dipermanis dengan untaian pasley warna senada. Di depan sofa diletakkan shaggy rug berbahan kulit. Fungsinya jelas, selain sebagai elemen dekoratif, shaggy rug juga dapat digunakan untuk lesehan saat santai berkumpul bersama. Sementara itu, letak sofa berdampingan dengan meja makan, sehingga tak mengurangi keakraban saat acara berlangsung.

 

 Warna merah yang identik dengan suasana imlek ditampilkan pada table napkin bermotif naga. Perangkat makan berwarna putih, terlihat kontras dengan latar meja cokelat dan warna merah pada table runner. Gelas bening berkaki tinggi dipilih sebagai perangkat minum. Sebagai hiasan, tempatkan jeruk lokan dan sumpit di atas bowl, yang akan mempercantik tatanan. Jeruk merupakan salah satu buah wajib yang ada dalam perayaan Imlek.



Center point meja, ditampilkan lewat bunga lotus dan gerbera yang dirangkai dengan potongan batang bambu air futoi. Dipilih jenis bambu air untuk menguatkan kesan oriental. Sepasang patung singa warna torqiuse mempermanis tampilan di atas meja makan. Komposisi warna merah, pink, dan hijau bambu air futoi menciptakan mood ceria saat perayaan.



Potongan batang bambu air futoi dan sekuntum bunga gerbera digantung di sisi belakang kursi. Didesain menyerupai petasan, menjadi elemen yang mempermanis kursi.