• Informasi
    Property
  • Ulasan
    Interior
  • Seputar
    Furniture

BTN Dari Masa Ke Masa

Peran aktif pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia masih di tunggu. Kebijakan likuiditas yang dikeluarkan BI dengan menaikan BI Rate sebagai instrumen yang dapat mengendalikan likuiditas perbankan, dapat mempengaruhi penyaluran kredit di sektor perumahan. Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang perjalanannya telah mengukir sejarah dengan segudang prestasi yang dimilikinya. Perjuanganya telah mengambil peran dalam usaha pembangunan di segala bidang. Perjalanan panjang yang pada akhirnya membawa misi yang harus diemban, yaitu sebagai bank penyedia dana untuk tumbuhnya pembangunan perumahan nasional dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah membawa BTN sebagai bank satu-satunya yang besar melalui tugas mulia itu.
Pemerintah Indonesia pada tanggal 29 Januari 1974 melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 menunjuk BTN sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. Maka pada 1976 terealisasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pertama oleh BTN di Semarang dengan 9 unit rumah. Menyusul di tahun yang sama sebanyak 8 unit rumah di Surabaya. Sehingga total KPR yang telah direalisasikan BTN pada tahun 1976 sejumlah 17 unit rumah dengan nilai kredit pada saat itu sebesar Rp. 37 Juta, hingga kemudian diikuti realisasi KPR di kota-kota lain dan tahun-tahun berikutnya.
Sukses dengan KPR, membawa keyakinan manajemen untuk menjadikan bisnis perumahan sebagai bisnis utama. Hal ini sesuai dengan misi BTN yaitu melakukan tugas dan usaha di bidang perbankan dalam arti yang seluas-luasnya untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi kearah kesejahteraan rakyat banyak dengan mengkhususkan diri melaksanakan kegiatannya dalam bidang pembiayaan proyek pembangunan perumahan rakyat.
Tahun 1992 status BTN berubah menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero). Dengan status persero BTN dapat bergerak lebih bebas dengan fungsinya sebagai bank umum. Untuk mendukung produk KPR tersebut, BTN mulai mengembangkan produk-produk layanan perbankan sebagaimana layaknya bank umum. BTN juga memiliki produk Tabungan, Giro, Deposito, ataupun layanan perbankan lainnya yang dimiliki oleh bank lain.  
Tahun 1997 manajemen BTN menetapkan kebijakan strategis untuk mengembalikan BTN pada bisnis intinya, yaitu pembiayaan perumahan. Keputusan ini membantu proses rekapitalisasi atau penambahan modal oleh pemerintah bagi bank yang “menderita sakit” karena pengaruh krisis ekonomi. Dengan rekapitalisasi tersebut, manajemen BTN telah menetapkan paradigma baru untuk mendukung MISI Bank BTN baru yaitu “menjadi bank yang terkemuka dan menguntungkan dalam pembiayaan perumahan”.
Perketat KPR Tahun 2009
Krisis ekonomi yang dipicu kasus suprime mortgage mulai dirasakan di Indonesia, ditandai dengan turunnya nilai tukar bahkan sempat menyentuh Rp. 11.800,- membuat perbankan mulai memperketat likuditas dengan tujuan agar dana-dana yang tersimpan tidak “lari”.
Dampaknya sangat dirasakan oleh perbankan nasional. Perbankan nasional mulai merubah strategi mereka untuk tahun 2009 ini. Misalnya untuk penyaluran KPR, bank lebih selektif lagi untuk penyaluran kredit masyarakat.
Saat ini ada beberapa bank besar termasuk milik BUMN yang punya kemampuan likuiditas bagus, tetapi tetap tidak  mampu untuk mengucurkan kredit properti. Di sisi lain ada bank kecil yang berani memberi kredit konstruksi ataupun rumah tapi masih kesulitan likuiditas. Kebijakan perbankan saat ini lebih selektif dalam menyalurkan kredit.
BTN dengan kondisi seperti ini tentunya juga mengambil langkah serupa. BTN juga dituntut untuk dapat memenuhi kecukupan likuiditas sebagai prioritas utama. Hal ini dijalankan untuk mengantisipasi seandainya terjadinya resiko kredit bermasalah.
Hingga September 2008 kinerja perbankan pada umumnya masih baik mengingat krisis belum berdampak signikan. Akan tetapi untuk Oktober dan seterusnya hanya perbankan yang efisien yang akan mampu mempertahankan kinerjanya terhadap krisis ekonomi.
Kalangan pengamat properti justru menyarankan kepada perbankan agar tetap menyalurkan kreditnya di sektor perumahan, karena hanya sektor ini yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor ini pula mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar disamping kandungan lokal yang juga besar sehingga dapat menggerakkan industri terkait.
BTN sebagai bank yang fokus di sektor perumahan tentunya sudah memiliki gambaran terhadap hal ini, namun juga tetap mengkedepankan sikap hati-hati di tengah iklim yang belum pasti di tahun 2008. Komitmen BTN untuk membiayai perumahan tentunya akan mendapat dukungan pemangku kepentingan di bidang perumahan.
Penting bagi bank penyalur kredit perumahan untuk lebih selektif dalam memilih lokasi yang layak untuk dibiayai serta lebih selektif memilih debitur sesuai dengan persyaratan mengingat tingginya tingkat bunga saat ini ditengah-tengah kebijakan likuditas ketat.
Tidak tertutup BTN dapat mengambil peluang ditengah krisis seperti sekarang ini karena sejumlah pengamat property memprediksikan booming di sektor ini masih akan terjadi pada tahun 2010. BTN telah berkomitmen untuk tetap fokus sebagai bank yang menyalurkan KPR bersubsidi sekitar Rp5 triliun. Di samping itu, ada potensi tambahan dari dana Bapertarum-PNS dan jamsostek yang ditempatkan di BTN masing-masing sebesar Rp2 triliun dan Rpl triliun.
“Krisis ekonomi seperti ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap komitmen BTN untuk membiayai sektor perumahan mengingat hampir 95 persen kredit yang disalurkan ditujukan untuk sekor perumahan maupun industri terkait. Tahun 2009 ini kami tidak akan menaikan suku bunga kredit, khususnya KPR,” ujar Iqbal Latanro, Direktur Utama Bank BTN, saat menghadiri seminar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Cipanas. 
BTN memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 mencapai 4%-6%. Strateginya, khususnya untuk penyaluran KPR antara lain Kebijakan di bidang kredit sebagai aksi dari selektivitas perbankan, diantaranya porsi Uang Muka dan Suku Bunga. Strategi ini diambil tanpa menaikkan besaran uang muka, yang mana sebenarnya share debitur akan naik karena besarnya angsuran juga ikut naik akibat kenaikan suku bunga. Kemudian lebih selektif dalam pemberian KPR kepada debitur yang benar-benar Eligible, ditinjau dari kemampuan membayar angsuran.
Bank yang akan melakukan IPO ini tetap fokus untuk membiayai KPR bersubsidi. Namun program penyaluran subsidi ke sektor perumahan membutuhkan kredit pendamping dari perbankan agar penyerapannya optimal.
Hal senada juga diungkapkan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asyari. Menurutnya, anggaran subsidi ke sektor perumahan pada 2009 akan dialokasikan sebesar Rp2,5 triliun. Nilai sebesar itu, kata Yusuf, akan terserap dengan optimal jika ada kredit pendamping sekitar Rpl3 triliun. Kredit pendamping yang dimaksud adalah kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi yang disalurkan perbankan. “Penyerapan subsidi tahun depan akan sangat tergantung dari seberapa besar kemampuan perbankan mengucurkan KPR bersubsidi,” kata M Yusuf.
Selama ini, pemerintah mengandalkan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai penyalur KPR bersubsidi yang paling besar.  Bank lain termasuk bank BUMN maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih enggan masuk dengan dalih tidak memiliki kemampuan dan ahli untuk melayani pasar itu. Sejauh ini, BTN telah berkomitmen akan menyalurkan KPR bersubsidi sedikitnya Rp5 triliun. Di samping itu, ada potensi tambahan dari dana Bapertarum-PNS dan jamsostek yang ditempatkan di BTN masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp l triliun.
Tapi itu pun dirasa masih kurang. Maka itu, pemerintah akan terus mendorong bank-bank di luar BTN untuk meningkatkan alokasi dan konsentrasi mereka dalam penyaluran KPR bersubsidi. Sementara itu, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan pertumbuhan kredit yang disalurkan pada 2009 diperkirakan akan lebih rendah jika dibandingkan dengan 2008. Kondisi krisis global yang menghantam daya beli masyarakat ikut menjadi faktor penurunan itu. Di tempat terpisah, pengamat properti Panangian Simanungkalit optimistis sektor properti masih menjanjikan keuntungan. Meski pasokan dari pengembang terbatas, permintaan properti di Indonesia tetap tinggi.
Namun perjuangan BTN untuk menjadi yang terdepan di bisnis pembiayaan perumahan masih panjang.
Diperlukan pemikiran dan tahapan yang harus bisa dilalui. Karena sampai sekarang hanya BTN yang mampu membiayai kredit untuk rakyat kecil.
{mosimage}VISI Bank BTN
-    Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri ikutannya kepada lapisan masyarakat menengah kebawah, serta menyediakan produk dan jasa perbankan lainnya.
-    Menyiapkan dan mengembangkan SDM yang berkualitas dan profesional serta memiliki integritas yang tinggi.
-    Memenuhi komitmen kepada pemegang saham, yaitu menghasilkan laba dan pendapatan per saham yang tinggi serta ikut mendukung program pembangunan perumahan nasional.
-    Menyelenggarakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance.
-    Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

Add comment


Security code
Refresh

primi sui motori con e-max.it

Artikel Terpopuler

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Nostalgia Belanja Jalan Surabaya

02-11-2010 Hits:44046 Jalan - jalan

Nostalgia Belanja Jalan Surabaya

            Berburu barang antik memang memberi rasa tersendiri bagi para kolektornya. Hal inilah yang menjadikan jalan Surabaya tak pernah sepi dari kunjungan para kolektor setiap harinya.Para pedagang barang antik yang...

Read more

Serangan Alien di The Jungle 

13-07-2011 Hits:43710 Jalan - jalan

Serangan Alien di The Jungle 

Secara kebetulan para Alien menemukan dan mencoba kendaraan simulator, disusul serangkaian permainan Hi-tech yang meluncurkan mereka ke dalam berbagai simulasi dan berniat menguasai Bumi. Lantas,

Read more

Pulang Basamo ke Ranah Minangkabau

19-10-2011 Hits:43575 Jalan - jalan

Pulang Basamo ke Ranah Minangkabau

Alam dan budayanya memukau, kulinernya onde lamak, arena belanjanya pun bikin kalap.

Read more

Home Article 1

07-07-2004 Hits:42617 artikel

Home Article 1

Apalagi yang lebih berarti dalam hidup ini daripada keluarga besar yang utuh serta selalu akrab dan hangat bersama. Setidaknya itulah yang menjadi keinginan keluarga Anis Ahmad Ayyub, pemilik rumah di...

Read more

Home Article 3

12-04-2004 Hits:40695 artikel

Home Article 3

TERAS Terus rumah merupakan bagian luar dari bangunan rumah. Kehadirannya merupakan satu kesatuan dari seluruh bentuk rumah. Maka, bentuknya pun harus dibuat sedemikian indah karena mencerminkan keindahan rumah secara utuh....

Read more

Home Article 2

07-07-2004 Hits:26438 artikel

Home Article 2

Surabaya sebagai kota yang terus berkembang dan membangun, tak lepas pula dari tren one stop living and entertainment atau kompleks multi fungsi. Termasuk di dalam kompleks tersebut, terdapat apartemen yang...

Read more

Home Article 4

17-01-2009 Hits:19128 artikel

Home Article 4

Siapa bilang rumah didalam gang tidak bisa tampil manis. Rumah pasangan dr. Budiono dan dr. Agustini rizky dhiniharia menjawab stigma tersebut. Meskipun untuk masuk saja, jangankan mobil, sepeda motor...

Read more

Kenali Aturan dalam MEMBANGUN RUMAH

22-02-2012 Hits:17558 Arsitektur

Kenali Aturan dalam MEMBANGUN RUMAH

Saat merancang bangunan rumah, tak hanya keindahan dan fungsi saja yang harus diperhatikan, namun juga aturan yang melingkupinya. Berbagai peraturan dan ketentuan dihadirkan untuk keamanan dan kenyamanan bangunan rumah....

Read more

8 teknik cat DEKORATIF DINDING

21-07-2012 Hits:15101 FOKUS

8 teknik cat DEKORATIF DINDING

Tidak selalu harus mengganti seluruh perabot, melainkan hanya mengganti cat dinding untuk merubah keseluruhan suasana ruang di dalam rumah Anda.

Read more

Condotel, Leasehold & Freehold

31-08-2010 Hits:13910 Properti

Condotel, Leasehold & Freehold

tahun-tahun terakhir ini di Bali menjamur properti berupa Condotel dan Villa, sebenarnya Condotel itu apa? Kemudian villa-villa di Bali terdapat dua sistem kepemilikan yaitu Leasehold dan Freehold, Condotel atau hotel-condo...

Read more

POSISI CLOSET Menurut Kacamata Feng Shui

30-07-2011 Hits:13910 Konsultasi Feng Shui

POSISI CLOSET Menurut Kacamata Feng Shui

Banyak opini yang berkembang mengenai bagaimana posisi closet yang tepat. Mulai dari posisi dan arah closet yang harus diatur sedemikian rupa, closet yang tidak boleh menghadap jalan. Jika itu semua...

Read more

Nyaman Berkantor di Rumah

11-08-2011 Hits:13771 Tips

Nyaman Berkantor di Rumah

Memutuskan untuk berkantor di rumah, tentunya harus didukung tempat yang representatif. Ciptakan ruang yang membuat orang dapat bekerja secara optimal sekaligus nyaman.

Read more

RUANG KERJA MULTIFUNGSI

04-03-2013 Hits:12179 RUANG KERJA

RUANG KERJA MULTIFUNGSI

     BEKERJA DI RUMAH ACAPKALI MENJADI SEBUAH PILIHAN. DI SISI LAIN, RUMAH CENDERUNG DIRANCANG SEBAGAI HUNIAN KELUARGA. BAGAIMANA MEWADAHI AKTIVITAS KERJA TANPA MENGABAIKAN FUNGSI LAIN? MERANCANG RUANG KERJA MULTIFUNGSI ADALAH...

Read more

2Mad Eatery & Gallery Resto sekaligu…

01-10-2014 Hits:11678 Resto

2Mad Eatery & Gallery Resto sekaligus Galeri yang Unik

     Bukan sekadar tempat makan dan hangout, restoran di kawasan Kemang ini  juga menawarkan pada pengunjung untuk mengapresiasi beragam seni guna di galerinya. Jika Anda berjalan-jalan di kawasan Kemang,...

Read more

Kenyamanan & Ekspresi Bedding Set

14-06-2013 Hits:11104 Laporan Utama

Kenyamanan & Ekspresi Bedding Set

HADIRKAN KENYAMANAN SAAT BERISTIRAHAT SECARA MAKSIMAL DENGAN MENGHADIRKAN BEDDING YANG CANTIK DAN BERKUALITAS.

Read more

Online User

Kami memiliki 57 guests dan tidak ada anggota yang online

About Us

Hunian dan lingkungan merupakan topik hangat yang selalu dibicarakan. MAJALAH RUMAHKU hadir untuk mewadahi baik aspirasi para pembaca maupun pemasang, produsen di bidang arsitektur dan interior.
Website : www.rumahku-online.com
Email : rumahku@mediantara.com
Facebook : htt p://facebook.com/majalah.rumahku

Newsletter

Lokasi Kami

Copyright (c) rumahku.rumahku-online.com 2019. All rights reserved.
Web Development by harmonydesain.com