Daan Mogot Baru Kian Kosmopolitan di 2014
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Senin, 25 Agustus 2014 22:59
- Ditulis oleh admin1
- 25 Agu
Perumahan Daan Mogot Baru ( DMB ), merupakan kawasan residensial pertama berkonsep township di Jakarta Barat yang dikembangkan secara bertahap. Wajah kota tersebut kian jelas seiring rampungnya ke tiga tower kondominium Sky Terrace yang memiliki ketinggian elevasi beragam.PT. Fajar Surya Perkasa (PT. Fassa) sebagai pengembang kawasan DMB bahkan akan segera menghadirkan sederet Office Tower guna menunjang aktivitas bisnis dan perdagangan para penghuni maupun pebisnis yang berkantor di sepanjang jalan Daan Mogot Raya. Sebagai informasi, saat kini tak kurang dari 65 perusahaan multi nasional yang berkantor di sepanjang jalan tersebut dan ketersediaan lahan yang terbatas, tentunya menghambat niat ekspansi mereka. Peluang inilah yang dibidik oleh PT. Fassa.
Saat ini, desain Office Tower sedang digodok untuk menghadirkan Office Lease dan Strata Title terbaik di atas lahan seluas 1,7 HA – baik dari segi desain, lingkungan kerja, maupun fasilitas – yang akan dilansir pada tahun 2014. Keberadaan ruang kantor dengan harga jual maupun sewa yang reasonable, tentunya akan menguntungkan bagi para pebisnis. Apalagi lokasi perumahan DMB yang terbilang strategis lantaran diapit 2 ruas tol dalam kota dan juga relatif dekat dengan bandara, dapat ditempuh hanya dalam 15 menit. Adapun lahan yang diperuntukan bagi Office Tower tersebut berada di samping gerbang utama kawasan DMB, sehingga sangat memudahkan mobilitas para pekerja.
Selain membuat wajah DMB jadi semakin kosmopolitan, keberadaan bangunan perkantoran ini dengan sendirinya membuat DMB terlihat semakin hidup karena meningkatnya jumlah pengunjung. Situasi tersebut, tentu saja akan berimbas pada harga properti di kawasan ini. Baik residensial maupun komersial, akan semakin diminati. Kondisi ini, tentu saja membuat mereka yang telah berinvestasi di DMB jadi dapat memetik capital gain yang berlipat.
Dimanjakan Fasilitas
Selain strategis, DMB pun sarat fasilitas. Tersedia mal Matahari, RS Hermina, sekolah Dian Harapan, Mitra 10, serta food entertainment centre seluas 1,5 HA bertajuk The Bale. Semua terletak saling berdekatan dan dapat dicapai tanpa harus keluar kawasan.Tak heran jika banyak pengusaha maupun para karyawan yang bekerja di sekitar jalan Daan Mogot Raya memilih untuk berhuni di DMB. Adapun residensial terbaru yang dihadirkan PT Fassa adalah sebuah kondominium berkonsep lagoon bertajuk Sky Terrace.
Meski menyasar konsumen kelas menengah, kondominium berkapasitas 500 unit ini mengadopsi tema ramah lingkungan. Seluruh koridor di tiap lantai menggunakan sistem ventilasi silang, sehingga penggunaan pendingin udara dapat diminimalisir pada siang hari. Selain itu, juga menggunakan panasap blue – jenis kaca warna biru - pada jendela, homogenous tile sebagai pelapis lantai, serta menyediakan area sewage treatment plan seluas 300 m2 yang mengolah air limbah menjadi air bersih untuk menyiram tanaman demi menjaga keasrian lingkungan di sekitar kondominium ini.
Progress dan Prospek Sky Terrace
Saat ini, Tower Uluwatu dan Sanur telah sold out. Sedangkan Tower Pecatu, kini telah terserap 95 persen. Proses hand over ke tangan konsumen, akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2014. Animo konsumen sangat tinggi, lantaran harga yang relatif terjangkau. Unit dengan 2 bedrooms (seluas semigross 48 meter persegi ) dapat diangsur selama 15 tahun dengan nilai hanya sekitar Rp 3,8 juta/bulan. Juan memprediksi, tingkat penjualan di tahun 2014 tak akan terpengaruh oleh peraturan Bank Indonesia yang membatasi kredit kepemilikan rumah.
Menurutnya, hal tersebut memang akan membatasi investor yang menggunakan fasilitas perbankan, namun tak menghalangi niat end user untuk dapat memiliki hunian idaman – yakni berkualitas baik namun terjangkau. Namun tentu saja konsumen harus jeli dalam menentukan pilihan, bidiklah properti yang dilansir dan dikelola oleh pengembang yang terpercaya dan sering diliput oleh media, untuk menghindari adanya masalah di kemudian hari.



















