Sukses Gaet 30 Ribu Pengunjung Saat Soft Opening, 23 Semarang Resmi Gelar Grand Launching
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Minggu, 14 Jun 2026 05:53
- Ditayangkan: Minggu, 14 Jun 2026 04:49
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 51
- Cetak
- 14 Jun
SEMARANG, 13 JUNI 2026 – Lanskap perkotaan Kota Atlas resmi memasuki babak baru pada Sabtu (13/6). Hal ini ditandai melalui kolaborasi strategis antara dua institusi nasional, PARADISE INDONESIA (PT Indonesian Paradise Property Tbk & Entitas Anak) dan BINA NUSANTARA Group (BINUS).

Melalui perusahaan patungan PT Swarna Kanaka Parigraha, kedua grup meresmikan 23 Semarang Shopping Center. Proyek ini merupakan pengembangan kawasan terpadu (mixed-use) yang mengintegrasikan gaya hidup modern, pertumbuhan ekonomi, serta prinsip keberlanjutan.
Acara grand launching ini berlangsung sangat meriah di kawasan strategis POJ (Pearl of Java) City, Semarang Barat. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, beserta jajaran pejabat setempat. Kehadiran mal ini menjadi simbol sinergi kuat dalam menciptakan ruang publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban masa kini.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kehadiran proyek ini.
“Mal ini dibangun di Semarang karena kota ini merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi, transformasi urban, dan potensi pasar (market) paling menjanjikan di Indonesia saat ini,” ujar Ahmad Luthfi.
Sebelumnya, mal ini telah melalui fase soft opening pada 23 Mei 2026 yang sukses memicu antusiasme luar biasa dari publik. Tercatat, jumlah pengunjung yang memadati mal ini mencapai 30.000 orang dalam kurun waktu tiga minggu sejak soft opening. Lonjakan ini dinilai wajar mengingat 23 Semarang menyajikan pengalaman berbelanja dan hiburan yang sepenuhnya baru bagi warga Kota Semarang dan sekitarnya.
Sinergi Visi Dua Raksasa Nasional
Bagi PARADISE INDONESIA, 23 Semarang memperkuat langkah perusahaan dalam memperluas portofolio destinasi gaya hidup premium (lifestyle premium) di kota-kota utama Indonesia melalui aset komersial yang berorientasi pada pengalaman (experiential retail).
Di sisi lain, bagi BINUS, kolaborasi ini menjadi komitmen nyata grup dalam mendukung pembangunan kawasan yang tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sosial, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Desain Arsitektural: Konsep "Retail-Oasis" yang Bernapas
Memiliki luas bangunan mencapai 65.778 m², 23 Semarang mengusung konsep Retail-Oasis yang menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus merefleksikan budaya interaksi masyarakat setempat.
Anthony P. Susilo, President Director & CEO PARADISE INDONESIA, menegaskan bahwa 23 Semarang hadir bukan sekadar sebagai destinasi masyarakat Semarang, melainkan sebagai destinasi andalan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.
"Desain arsitektural mal menampilkan bentuk sirkular, namun alur perjalanan konsumen (customer journey) dibuat linear sehingga menghasilkan visual line of sight. Keunggulannya, pandangan pengunjung selalu bisa melihat setiap titik dari lokasi mereka berdiri, bahkan hingga jarak 50 sampai 100 meter jauhnya," jelas Anthony.
Tampilan bangunan juga jauh dari kesan kaku dan masif berkat keberadaan urban forest dan atrium yang luas. Area ini dirancang agar masyarakat bisa menikmati interaksi di ruang terbuka tanpa kehilangan kenyamanan modern—sebuah terobosan baru bagi warga Semarang, di mana ruang terbuka hijau justru diintegrasikan secara estetis di dalam interior mal, bukan di luar bangunan seperti pusat perbelanjaan pada umumnya.
Pengalaman Ritel Modern dan Lebih dari 200 Tenant Terkemuka
Menghadirkan lebih dari 200 tenant baru yang variatif, pengunjung dapat mengeksplorasi jajaran merek terkemuka mulai dari sektor fashion, lifestyle, mainan anak, kuliner, hingga luxury brand. Beberapa nama besar yang sudah mulai menyapa pengunjung di antaranya Kidzooona Splash, Sate Khas Senayan, Chagee, Golf House, hingga Sleep & Co. Beberapa di antaranya merupakan merek populer yang baru pertama kali masuk ke pasar Semarang.
General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widiyanti, menjelaskan bahwa tingkat keterisian (okupansi) tenant saat ini telah mencapai 90 persen. Untuk terus mendongkrak volume trafik pengunjung, pihak manajemen telah menyiapkan strategi matang.
“Strategi kami untuk meningkatkan volume trafik adalah dengan mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menggelar acara-acara (event) menarik di setiap bulannya,” kata Dian.
Lebih dari sekadar mal mewah, pusat perbelanjaan ini juga dirancang sebagai platform pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan lebih dari 50 tenant UMKM dan brand lokal. Pengelola menyediakan area usaha permanen serta area pameran atau bazar khusus yang disiapkan untuk mendukung promosi produk-produk lokal unggulan Jawa Tengah.
Konektivitas Transportasi Massal & Akses Komunitas
Mengingat lokasinya berada di kawasan pengembangan baru Marina yang relatif terpisah dari pusat kota, pihak pengembang bergerak cepat mengamankan faktor konektivitas. Paradise Indonesia secara taktis menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah daerah melalui penyediaan armada bus khusus yang melayani rute langsung menuju area 23 Semarang.
Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan mobilitas, efisiensi energi, serta memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menjangkau destinasi ini dengan nyaman. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia fasilitas parkir yang sangat luas dengan kapasitas 1.800 mobil dan 1.600 motor.
Pengembangan Jangka Panjang: Groundbreaking Hyatt Place Semarang
Dalam momentum yang sama dengan Grand Opening 23 Semarang, BINUS menggelar prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk menandai dimulainya pembangunan Hyatt Place Semarang.
Hotel berstandar internasional milik BINUS ini akan berlokasi persis berdampingan di sisi selatan 23 Semarang Shopping Center. Kehadiran hotel ini akan melengkapi ekosistem kawasan terpadu tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas antara fungsi komersial, hospitality, dan gaya hidup dalam satu destinasi tunggal.
Anthony P. Susilo mengatakan bahwa 23 Semarang Shopping Center merupakan hasil kolaborasi strategis antara PARADISE INDONESIA dan BINUS dalam menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, serta keberlanjutan lingkungan.
"Kami yakin 23 Semarang akan menjadi salah satu dari tiga pusat perbelanjaan terbaik di Semarang dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kota di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri sekaligus perwakilan BINUS Group dan pemilik Hyatt Place Semarang, Lawrence Wibisono, menegaskan bahwa proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi strategis dapat menghasilkan dampak yang melampaui aspek bisnis.
Menurutnya, kehadiran 23 Semarang dan Hyatt Place Semarang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menghadirkan identitas baru yang progresif, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.