Bukan Cuma Soal Perabot, IKEA Indonesia Turut Berdayakan Ribuan UMKM dan Kurangi Sampah TPA
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Kamis, 02 Juli 2026 11:43
- Ditayangkan: Kamis, 02 Juli 2026 11:43
- Ditulis oleh adminrumahku
- Cetak
- 02 Jul
Menjaga bumi dan membantu sesama tidak harus dimulai dari langkah besar yang rumit. Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang kian mendesak, IKEA Indonesia memilih jalan untuk membumikan konsep keberlanjutan agar bisa diadopsi dengan mudah oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah nyata inilah yang mengantarkan ritel perabot rumah tangga tersebut memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026. Penghargaan yang diraih meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, dan ESG Leadership Excellence Award.
Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, mengungkapkan bahwa esensi utama dari visi mereka adalah inklusivitas.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang rumit atau hanya dapat dilakukan oleh segelintir pihak. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk ikut andil dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Dari Meja Makan hingga Zona Daur Ulang
Salah satu pilar utama yang menjadi sorotan dewan juri ISA 2026 adalah program Waste Diversion di seluruh toko IKEA Indonesia. Program ini mengusung misi ambisius: mengalihkan 80% sampah operasional dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada tahun 2030 lewat metode daur ulang, pembuatan kompos, dan pemulihan energi (recovery).
Aksi nyata ini juga diketuk-tularkan kepada konsumen. Tengok saja Zona Daur Ulang IKEA Kota Baru Parahyangan di Bandung. Berkolaborasi dengan Duitin sejak tahun 2023, fasilitas ini sukses mengumpulkan lebih dari 63 ton material untuk masuk kembali ke rantai daur ulang. Menariknya, masyarakat tidak sekadar menyetor sampah, tetapi juga mendapatkan insentif langsung yang membuat kebiasaan memilah sampah terasa lebih menyenangkan.

Rumah Bagi Ribuan UMKM Lokal
Komitmen IKEA ternyata tidak berhenti di urusan lingkungan. Sejiwa dengan judul di atas, sejak tahun 2014 melalui program TERAS Indonesia, IKEA telah membuka pintu tokonya lebar-lebar bagi pelaku usaha lokal. Lebih dari 1.000 UMKM telah mendapat kesempatan emas untuk memamerkan dan menjual produk mereka secara gratis di area toko IKEA. Dampaknya pun konkret; sepanjang tahun 2025 lalu, program ini sukses mencatatkan estimasi penjualan hingga Rp5 miliar bagi para pelaku UMKM.
Tak hanya itu, bersama Instellar, IKEA Indonesia juga membidani lahirnya IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA). Sejiwa dengan semangat pemberdayaan, sejak tahun 2023 program inkubasi ini telah menempa 30 social enterprise (wirausaha sosial) lewat serangkaian pelatihan, mentoring, dan bootcamp. Dampak berantainya pun meluas, memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 14.000 orang di berbagai daerah.

Langkah Kecil, Dampak Besar
Melalui rajutan program-program ini, IKEA Indonesia ingin membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari konsistensi langkah-langkah kecil. Ketika akses terhadap solusi hijau dibuat sederhana, keterlibatan masyarakat akan mengalir dengan sendirinya.
Ke depan, IKEA berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama pelanggan, komunitas, UMKM, dan para pemangku kepentingan demi mewujudkan satu tujuan sederhana: menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.