Tapak Tumbuh di JIA Curated 2026: Mengubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial yang Imersif
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Rabu, 19 Agustus 2026 19:15
- Ditayangkan: Rabu, 19 Agustus 2026 15:15
- Ditulis oleh adminrumahku
- Cetak
- 19 Agu
Bagaimana jika lanskap alam, sisa panen, dan kriya tangan manusia ditenun menjadi sebuah ruang hidup yang bernapas? Pengalaman inilah yang disuguhkan melalui instalasi kolaboratif Tapak Tumbuh: A Landscape in Transformation pada ajang JIA Curated 2026 yang berlangsung di Pantai Pengembak, Sanur, Bali (13–17 Agustus 2026).

Berada di bawah naungan tema besar "Nature Weave", Tapak Tumbuh hadir bukan sekadar sebagai booth pameran biasa, melainkan sebuah living experimental space. Paviliun ini menjadi ruang eksperimental yang mengajak para arsitek, desainer interior, pengembang, hingga pecinta seni untuk menelusuri kembali perjalanan material mentah bumi dari bentuk aslinya hingga bertransformasi menjadi elemen arsitektural yang fungsional dan emosional.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara produsen karpet eksklusif Moire Rugs, desainer produk Eugenio Hendro, serta enam mitra lintas industri: Planawood, Singres Tiles, Presisi Contractor, Visalux, Fumira, dan Rafes England.
"Dalam Tapak Tumbuh, lanskap tidak kami pahami sebagai sekadar latar, melainkan proses yang terus bertumbuh dan bertransformasi. Dari bumi, hasil panen, vegetasi, hingga sentuhan tangan manusia, semuanya merangkai perjalanan yang saling terhubung. Instalasi ini mengingatkan kita bahwa desain terbaik lahir saat kita kembali memahami asal-usul material dan bagaimana ia 'bernapas' di dalam ruang," ungkap Eugenio Hendro, Product Designer sekaligus konseptor Tapak Tumbuh.
Menelusuri Ruang Melalui Empat Lapisan Elemen Bumi
Berbeda dari paviliun pada umumnya yang memisahkan area display tiap merek, Tapak Tumbuh merangkai delapan creative maker ke dalam satu alur cerita spasial yang runtut. Pengunjung diajak melintasi empat lapisan narasi utama:
-
Earth (Tanah): Menyambut pengunjung di area masuk melalui permukaan mosaik keramik handmade buatan Singres Tiles. Dinding bertekstur ini dibuat dengan menekan tanah liat secara manual ke cetakan besi, meninggalkan jejak fisik dan memori visual lapisan geologis bumi.
-
Harvest (Hasil Panen): Menerjemahkan sisa pertanian menjadi struktur bangunan. Planawood (Plana) mengolah limbah sekam padi dan plastik HDPE daur ulang menjadi material permukaan arsitektural yang kokoh untuk menopang kerangka paviliun.
-
Vegetation (Tumbuhan): Dihadirkan secara megah oleh Moire Rugs lewat hamparan karpet tufted woven berskala besar. Tekstur relief dan variasi tinggi serat karpet membentuk topografi mirip pulau-pulau organik yang merepresentasikan energi akar dan dedaunan.
-
Hands (Tangan Manusia): Menjadi titik pusat pengalaman ruang di mana produk furnitur, pencahayaan dari Visalux, finishing bangunan dari Fumira, serta aksesori penunjang dari Rafes England menyatu secara presisi berkat eksekusi dari Presisi Contractor.
Momen transisi ruang ini kian terasa magis saat sore hari tiba melalui gelaran Sunset Soiree, di mana cahaya senja Sanur perlahan berpendar masuk menyinari interior paviliun yang hangat dengan palet warna bumi (earthy tones).

Aktivasi "Pound to Grow": Dari Bumi Kembali ke Komunitas
Semangat keberlanjutan dalam Tapak Tumbuh tak berhenti pada inovasi material. Sepanjang pameran, pengunjung diajak berpartisipasi dalam aktivasi interaktif Pound to Grow, yaitu tradisi menumbuk padi menggunakan lesung kayu tradisional.
Beras yang dihasilkan dari aktivitas menumbuk padi ini kemudian dikumpulkan dan didonasikan kepada keluarga serta pura di kawasan Jatiluwih, Tabanan, bekerja sama dengan Bali Street Mums Project. Aktivasi ini menegaskan pesan utama Tapak Tumbuh: apa yang diambil dari bumi, sepantasnya kembali memberi manfaat bagi masyarakat lokal.
Kehadiran Tapak Tumbuh di Pantai Pengembak menegaskan visi masa depan desain lanskap dan interior modern. Bahwa estetika hunian, kemajuan teknologi material, dan kriya tradisional dapat berjalan selaras—berakar kuat pada bumi dan bertumbuh melalui kolaborasi.
