Sharp Indonesia Salurkan Bantuan untuk 600 Warga Terdampak Gempa NTT
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Senin, 31 Agustus 2026 22:02
- Ditayangkan: Senin, 31 Agustus 2026 22:02
- Ditulis oleh adminrumahku
- Cetak
- 31 Agu
Bekerja sama dengan Human Initiative, Sharp Indonesia menyalurkan makanan siap santap, sembako, perlengkapan tidur, dan kebutuhan kebersihan bagi warga terdampak gempa di Nagekeo.
Jakarta, 31 Agustus 2026 – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp Indonesia) menyalurkan bantuan bagi 600 warga terdampak di tiga kecamatan, yakni Reok, Manggarai, dan Aesase, Kabupaten Nagekeo.
Penyerahan donasi Sharp secara simbolis yang diterima oleh perwakilan Human Initiative
Bekerja sama dengan Human Initiative, Sharp Indonesia memberikan sejumlah kebutuhan dasar, mulai dari makanan siap santap, bedding kits, paket sembako, hingga personal hygiene kits. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.
Bagi Sharp Indonesia, kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya dilakukan pada saat kondisi darurat, tetapi juga dengan memahami kebutuhan yang dihadapi masyarakat setelah bencana.
President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Sharp terhadap masyarakat terdampak gempa sekaligus bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Kami sangat prihatin melihat dampak yang ditimbulkan oleh gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan dan tantangan. Karena itu, kami ingin hadir memberikan dukungan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.”
Menurut Teraoka, kondisi setelah bencana membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Ketika situasi darurat mulai terlewati, masyarakat masih harus menjalani proses pemulihan dan secara bertahap kembali membangun kehidupan mereka.
“Kami berharap dukungan yang diberikan Sharp dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Lebih dari itu, kami berharap mereka mendapatkan kekuatan untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan. Kami percaya bahwa sekecil apa pun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama, dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu proses pemulihan.”
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga
Kebutuhan masyarakat setelah bencana dapat berubah seiring dengan kondisi yang dihadapi. Selain makanan, warga juga membutuhkan perlengkapan untuk beristirahat, menjaga kebersihan diri, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, bantuan Sharp Indonesia mencakup sejumlah kebutuhan yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat, seperti makanan siap santap, sembako, perlengkapan tidur, dan kebutuhan kebersihan pribadi.
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan bahwa memahami kebutuhan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan yang diberikan.
“Ketika kita berbicara mengenai bantuan pasca bencana, yang paling penting adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka masih berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional. Karena itu, kami ingin memastikan apa yang kami berikan dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka.”
Andry menambahkan, kehadiran Sharp Indonesia di tengah masyarakat terdampak juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
“Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Bagi kami, hubungan tersebut bukan hanya tentang produk yang hadir di rumah-rumah masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan. Semoga bantuan ini dapat memberikan sedikit rasa nyaman dan menjadi bagian dari langkah mereka untuk kembali bangkit.”
Kolaborasi untuk Mendukung Pemulihan Pascabencana
Penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membantu memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai langkah penanganan melalui penetapan status kebencanaan. Pemerintah Provinsi NTT menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Di tingkat kabupaten, Status Tanggap Darurat juga ditetapkan di Kabupaten Manggarai pada periode 15 Agustus–12 September 2026.
Dalam kondisi tersebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan sekaligus memenuhi kebutuhan mereka selama proses tersebut berlangsung.
Melalui bantuan bagi 600 warga terdampak gempa di NTT, Sharp Indonesia berharap dapat turut mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjalani proses pemulihan pascabencana.
“Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Sharp Indonesia atas perhatian, bantuan, dan kepeduliannya. Semoga masyarakat Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya di NTT diberikan kekuatan untuk bangkit dan kehidupan masyarakatnya dapat segera kembali seperti semula,” tutup Destira Maryati, Manager Business & Social Institution, Human Initiative.