• Informasi
    Property
  • Ulasan
    Interior
  • Seputar
    Furniture
< >
PROPERTY
Informasi Property
LAPORAN UTAMA
Laporan Seputar Properti
INFO
Info Produk Terbaru
ARSITEKTUR & DESIGN
Info Arsitektur & Desain

 

 

  1. NEWS
  2. EVENTS
  • 1
  • 2
  • 3
Prev Next

Mandi Air Hangat Malah Gatal? Electrolux…

07-10-2026 NEWS

Mandi Air Hangat Malah Gatal? Electrolux Water Heater Punya Solusi Kuras Mandiri

Mandi air hangat sering menjadi cara sederhana untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Air yang mengalir hangat membuat tubuh terasa lebih rileks. Namun, bagaimana jika setelah mandi justru muncul rasa...

Sesuaikan dengan Gaya Hidup Konsumen, Sh…

02-10-2026 NEWS

Sesuaikan dengan Gaya Hidup Konsumen, Sharp Perluas Lini Party Speaker

JAKARTA – Tren hiburan mandiri seperti karaoke di rumah, music jamming, acara komunitas, hingga aktivitas luar ruangan kini kian menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Menjawab antusiasme...

Bekukan dari Lima Sisi, AQUA AQF-460MG T…

23-09-2026 NEWS

Bekukan dari Lima Sisi, AQUA AQF-460MG Tahan Dingin hingga 150 Jam

Menyimpan bahan makanan dalam jumlah besar kini semakin menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan berbelanja stok bulanan, menyiapkan bahan makanan untuk beberapa hari, hingga berkembangnya bisnis frozen food membuat kebutuhan...

Rahasia Rumah Bebas Bau dan Bulu: Piliha…

07-09-2026 NEWS

Rahasia Rumah Bebas Bau dan Bulu: Pilihan Air Purifier Sharp untuk Pecinta Anabul

Tinggal bersama hewan peliharaan membuat suasana rumah terasa semakin hidup. Namun, aktivitas sehari-hari bersama anabul juga membuat pemilik perlu memberikan perhatian lebih pada kenyamanan lingkungan rumah, termasuk kualitas udara di...

Menelusuri Tren Bangunan Masa Kini: Schn…

30-08-2026 NEWS

Menelusuri Tren Bangunan Masa Kini: Schneider Electric Dorong Efisiensi Energi Jadi ‘Napas’ Baru Arsitektur

Pernahkah terpikir berapa banyak energi yang digunakan sebuah gedung dalam sehari? Lampu yang terus menyala di ruangan kosong, pendingin udara yang tetap bekerja ketika tidak banyak orang berada di dalam ruangan,...

Kulkas 618 Liter Hanya 42 Watt? Ini yang…

19-08-2026 NEWS

Kulkas 618 Liter Hanya 42 Watt? Ini yang Ditawarkan AQUA

Bagi banyak keluarga, dapur kini bukan lagi sekadar tempat memasak. Ruang ini ikut menjadi bagian dari keseharian, mulai dari menyiapkan makanan, menyimpan bahan pangan, hingga menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Perubahan...

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Next

Bumi Butuh Aksi, Bukan Sekadar Janji: Sh…

09-10-2026 ACARA / EVENT

Bumi Butuh Aksi, Bukan Sekadar Janji: Sharp Ajak Anak Muda Mulai dari Kebiasaan Kecil

JAKARTA, 9 Oktober 2026 — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Mematikan lampu saat tidak digunakan, merawat barang agar lebih awet, hingga membiasakan diri membuat pilihan...

INACRAFT October 2026 Hadirkan “Techno C…

08-10-2026 ACARA / EVENT

INACRAFT October 2026 Hadirkan “Techno Craft”, Satukan Tradisi dan Teknologi

Pameran kerajinan Indonesia ini menghadirkan 829 stan, 19 youthpreneurs, serta rangkaian program untuk memperluas akses pasar hingga global. Perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi industri kreatif, termasuk sektor kerajinan. Melihat peluang...

Teknologi Bertemu Kriya Nusantara, INACR…

07-10-2026 ACARA / EVENT

Teknologi Bertemu Kriya Nusantara, INACRAFT Oktober 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali di gelar di Jakarta International Convention Center (JICC) mulai 7 Oktober hingga 11 Oktober 2026. Sebanyak 829 stan...

Tak Perlu Ruang Khusus, IKEA dan Xbox Ha…

01-10-2026 ACARA / EVENT

Tak Perlu Ruang Khusus, IKEA dan Xbox Hadirkan Furniture Gaming Multifungsi

JAKARTA, 1 OKTOBER – Bermain game di rumah tak selalu membutuhkan ruangan khusus. Melihat kebutuhan tersebut, IKEA berkolaborasi dengan Xbox menghadirkan YXSTABY, koleksi furniture gaming multifungsi yang dirancang untuk menyatu...

Bukan Cuma Dingin! Ini Alasan AC LG Suks…

01-10-2026 ACARA / EVENT

Bukan Cuma Dingin! Ini Alasan AC LG Sukses Raih 4 Penghargaan Merek Bergengsi 2026

JAKARTA – Komitmen PT LG Electronics Indonesia (LG) dalam menghadirkan inovasi pendingin udara (AC) berkualitas kembali membuahkan hasil manis. AC LG sukses menyatukan empat penghargaan merek paling bergengsi di Indonesia...

Bioskop di Ruang Keluarga? Philips Smart…

01-10-2026 ACARA / EVENT

Bioskop di Ruang Keluarga? Philips Smart Lighting TV Sync Bikin Pengalaman Nonton Makin Imersif

Jakarta, Indonesia – Kehadiran teknologi pintar di rumah kini tak sekadar soal efisiensi, tetapi juga kenyamanan dan estetika. Salah satu yang makin diminati adalah smart lighting atau pencahayaan pintar. Tak...

next
prev

 

 

Hunian dan lingkungan merupakan topik hangat yang selalu dibicarakan . MAJALAH RUMAHKU hadir untuk mewadahi baik aspirasi para pembaca maupun pemasang, produsen di bidang arsitektur dan interior.Para pembaca dapat menggali berbagai informasi seputar penataan rumah dari eksterior hingga ruangan-ruangan dengan berbagai pernak-pernik cantik serta taman hunian yang asri.. Selengkapnya klik disini

Majalah akan dikirimkan lebih cepat, Bebas ongkos kirim, Kesempatan mendapatkan hadiah - hadiah menarik setiap bulannya. Untuk berlanggan silahkan hubungi:

JAKARTA :
Telepon : 021-29374285, Fax : 021-29374287, Sms : 0857-1873-2106

SURABAYA :
Fax : 031-3529302, Sms : 0856-4888-3229 Selengkapnya klik disini

Rubrikasi, Home Sweet Home, Interior, Furniture, Arsitektur, Apartemen, Mancanegara, Trend, Properti, Galeri, Buah Bibir, Instyle, Pernak-Pernik, Etalase, Konsultasi, Kiat, Material, Urban, Satwa, Alami Selengkapnya klik disini

   

Sudah bukan rahasia umum kalau Jakarta sangat rentan terhadap banjir. Sejarah membuktikan sejak masih dijajah Belanda hingga sekarang, Jakarta pernah enam kali dilanda banjir besar, yaitu pada tahun 1621, 1654, 1918, 1979, 1996, 2002 dan terakhir tahun 2007.
Masalah banjir di Jakarta, menurut, A.R Soehoed, mantan Menteri Pekerjaan Umum di era Soeharto, masalah banjir sudah ada sejak tahun 1920.
Kala itu, Jakarta dilanda banjir dua tahun sebelumnya. “Perkiraan pemerintah saat itu, banjir susulan akan sering terjadi lagi seiring dengan dibukanya lahan hutan untuk perkebunan teh di daerah pegunungan di Selatan Bogor.
Sejak itu, tercetuslah rencana pengendalian banjir yang dikenal dengan sebutan rencana van Breen. Secara rinci, rencana ini disebut Perbaikan Tata Air Ibu Kota Batavia. Karena, rencana ini tidak hanya dimaksud sebagai pengendalian banjir melainkan juga guna pengadaan air bagi pembersihan kota di musim kemarau,” kata A.R Soehoed, kepada SH,
Pasalnya, arus banjir dari arah Selatan jauh lebih besar dan pembangunan di Ibu Kota juga semakin meluas termasuk ke arah Timur dan Barat. Atas dasar kondisi tadi, konsep penanggulangan dan pengendalian banjir di Jakarta mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu.
Salah satu alternatif konsep pengendalian dan penanganan banjir di Jakarta adalah dengan membangun Banjir Kanal Barat dan Timur yang melingkari wilayah DKI Jakarta untuk menampung aliran sungai dari hulu langsung ke laut.
Selain itu, kota ini juga merupakan daerah aliran sungai/kali yang menyebar dengan merata di semua wilayah Jakarta. Di bagian timur terdapat Kali Cakung, Kali Jatikramat, Kali Buaran, Kali Sunter dan Kali Cipinang. Di bagian tengah Kali Ciliwung, Kali Cideng dan Kali Krukut. Sedangkan di bagian barat Kali Grogol, Kali Pesanggrahan, Kali Angke, Kali Mookevart dan Kali Sekretaris, diproyeksi bisa tertampung lewat sungai buatan ini, untuk kemudian  dilepas ke laut.
Namun sejak diresmikan pada 10 Juli 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri, hingga kini pembangunannya terkesan masih lamban. Factor utama yang jadi penghalang, adalah lambannya pembebasan lahan milik warga yang terkena  proyek BKT ini.
Berbagai upaya untuk segera menyelesaikan proyek ini sesuai target pada tahun 2010 sudah dilakukan, termasuk mengucurkan dana yang cukup besar untuk pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi. Warga di wilayah Jakarta Timur dan sebagian di Jakarta Utara, yang lahannya terkena proyek ini meminta tanah mereka dihargai di atas nilai jual objek pajak (NJOP), sementara Pemda DKI hanya mau berkompromi pada NJOP. Hingga awal Desember tahun ini, lahan yang sudah dibebaskan untuk BKT menurut Wali Kota Jaktim, Koesnan Abdul Halim masih 12 persen atau sekita 36 hektare.
Pemda Jakarta Timur tetap optimis dapat menyelesaikan pembebasan lahan di 11 kelurahan dengan lancar. “Saya sadar pembebasan lahan proyek ini terkesan jalan di tempat, namun saya yakin, semuanya akan berjalan lancar seiring dengan waktu yang ditentukan,” tutur Koesnan lagi. Pemerintah DKI Jakarta mentargetkan pembebasan lahan milik warga itu akan selesai pada  April 2009, dan pembangunan fisik akan dimulai pada Nopember 2009.
 Sementara itu, Pitoyo Subandriyo, pimpinan proyek BKT mengaku kalau keterlambatan pencapaian target proyek bukan karena kerja tim yang tidak maksimal, tetapi semua itu terjadi karena keterbatasan kemampuan memindahkan penduduk di sepanjang tepi sungai. Menurutnya, walaupun BKT yang direncanakan selesai pada 2010 terwujud, genangan air tetap akan ada di beberapa tempat, khususnya yang berada di daerah rendah.

Sedangkan mengenai progress pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT), Pitoyo menuturkan, hingga saat ini lahan yang masih belum dibebaskan masih sekitar  28 persen. Namun pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku pihak yang melakukan pembebasan, berjanji seluruh proses tersebut akan selesai paling lambat pada April tahun depan.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan, proyek banjir kanal akan selesai pada akhir bulan November 2009. “Proyek banjir Kanal Timur akan selesai, harapan kita akhir 2009 bisa selesai” tuturnya.
Ditambahkannya, progres proyek ini sudah lebih dari lima puluh persen pengerjaan, dan targetnya dalam waktu satu tahun bisa rampung.”Belum tembus dari sepanjang 23,5 km, sekarang sudah tergali 15 km, harapan saya semoga tidak ada kendala lagi soal pembebasan tanah, Pak Gubernur sepakat dengan kami untuk bisa selesai pada 2009,” tambahnya.
 Mengenai program penanggulangan banjir pada tahun ini, Departemen PU telah melakukan antisipasi persiapan  banjir di antaranya dengan melakukan percepatan pembangunan irigasi-irigasi di berbagai titik rawan banjir.  “Sebenarnya usaha-usaha kita untuk mencegah banjir tidak dilakukan menjelang musim hujan saja. Jadi setelah musim hujan kita perbaiki. Besok pagi saya akan rapat tanggal 30 Oktober dengan Pemda DKI untuk lakukan persiapan agar jika terjadi banjir tidak parah,” serunya.
Rp. 22,3 T Untuk Tangani Banjir
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan memprioritaskan kelanjutan pembangunan banjir kanal timur sebagai salah satu upaya Untuk menanggulangi permasalahan banjir di Jakarta.
Untuk menangani banjir, Pemda DKI sendiri membutuhkan dana sebesar 22,3 triliun. Dana itu nantinya akan digunakan  untuk normalisasi saluran makro, sub makro dan pembangunan polder.
Pemprov DKI Jakarta mendata penyebab banjir di Ibu Kota, yaitu permukaan tanah yang lebih  rendah 40 persen dari dari permukaan laut, populasi  penduduk yang mencapai 9,5 juta jiwa dengan tingkat kepadatan 13.000 - 15.000 orang per kilometer per segi, 13 sungai yang melewati Jakarta, terjadi penurunan permukaan tanah, naiknya permukaan air laut yang diprediksikan akan  mencapai 80-120 cm pada tahun 2025 nanti, curah hujan di atas normal, dan perilaku masyarakat yang suka buang sampah ke sungai serta menempati bantaran sungai.
Untuk mengatasi persoalan banjir yang mengancam Jakarta saban tahun itu, pembangunan BKT saja tidak cukup. Meski telah menentukan target waktu tahun 2012 pembangunan polder, waduk dan normalisasi sungai selesai dikerjakan, Prijanto dalam konsepnya itu tidak secara jelas menyebutkan tahapan pembangunan atau pengerjaan proyek tersebut.
“Kami sudah siaga dengan perencanaan hingga 2011. Banjir di Jakarta habiskan dana hingga Rp8 triliun,” ungkap Foke.
Hal senada juga diungkapkan Wagub DKI Prijanto. Dalam paparannya, wagub mengatakan, penanganan banjir di Jakarta konsepnya mengalihkan air sungai ke Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB). BKT, jelas Prijanto, akan mengalirkan air dari 5 sungai yaitu, Kali Sunter Timur, Cakung, Buaran dan Jati Kramat. “Ini hanya meminimalisir banjir, bukan berarti tidak ada banjir,” katanya. Lahan seluas 15.401 hektar di bagian utara BKT, kata Prijanto, tetap terkena ancaman banjir karena banyak aliran sungai yang tidak terpotong. Hal sama juga dialami daerah bagian selatan BKT.
“Karena itu, kami sedang berencana untuk membangun waduk di sekitar Halim. Saat ini kami masih negoisasi dengan TNI AU untuk membeli lahan mereka seluas 5 hektar. Pembangunan waduk kami rencanakan dimulai pada akhir 2009 nanti,” tutur Wagub.
Sementara untuk penanggulangan banjir di wilayah utara Jakarta, pemprov berencana membuat polder penampung air berbentuk memanjang, dilengkapi pompa penyedot air. Saat ini yang sudah dibangun polder Sunter Timur I, Don Bosco, Sunter Timur III, Kodamar, Dewa Ruci dan Tugu Selatan.

Untuk daerah tengah Jakarta penanggulangan banjir dengan polder penampungan Melati Siantar. Polder ini akan menyerap air yang menggenangi Jalan Sudirman, kemudian menyalurkannya ke BKB. “Tapi folder ini perlu direvatalisasi dengan dana sebesar Rp158 miliar,” jelas Wagub.
Untuk kawasan Monas, Gajah Mada, Hayam Wuruk dan sekitarnya dialirkan ke polder penampungan Pluit seluas 40 hektar dengan dana revatilisasi Rp514 miliar. Sementara untuk kawasan barat Jakarta disiapkan polder Jelambar, Teluk Gong, Foglar, Green Garden, Rawa Buaya, Cengkareng Timur dan Penjaringan. “Untuk luar Jakarta, kami sudah konsolidasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk membangun waduk Ciawi, kami juga berharap Pemprov Jabar merestrukturisasi situ Cipondoh,” papar Prijanto lagi.
Namun sangat disayangkan bila fungsi dari proyek tidak maksimal karena tidak adanya peran serta masyarakat umum, kuhusunya yang berada di bantaran sungai. Secara logika, Indonesia merupakan negara yang curah hujannya sangat tinggi. Dan letak kota Jakarta lebih rendah dari pada kawasan penyangganya. Jika tidak dikendalikan, air hujan akan langsung mengalir ke hilir tanpa ada halangan.
Memang, pengendalian banjir, tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, perlu ada campur tangan dan pemberdayaan masyarakat. Seperti, membuat sumur resapan atau membuat lubang biopori di halaman rumah agar air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah.
Dengan tindakan tersebut, berarti memungkinan setiap rumah membentuk zero out flow. Artinya selama turun hujan, air langsung ditampung. Atau, k etimbang membangun kanal baru, lebih baik membenahi saluran-saluran yang sudah ada. Misalnya, mengeruk muara sungai, membongkar atau mendesain ulang bangunan yang mempersempit alur dan menghalangi sampah, serta mengembalikan alur sungai.
Dengan demikian Proyek Banjir Kanal Timur bisa ditunda untuk 50 tahun ke depan. Alternatif lain, dengan membangun waduk di hulu untuk menahan air saat musim hujan dan cadangan air di musim kemarau. Meski ide yang usang tapi patut dicoba bukan?.
 

Add comment


Security code
Refresh

primi sui motori con e-max.it



  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Home Article 3

12-04-2004 Hits:393621 artikel

Home Article 3

TERAS Terus rumah merupakan bagian luar dari bangunan rumah. Kehadirannya merupakan satu kesatuan dari seluruh bentuk rumah. Maka, bentuknya pun harus dibuat sedemikian indah karena mencerminkan keindahan rumah secara utuh....

Read more

Home Article 2

07-07-2004 Hits:377741 artikel

Home Article 2

Surabaya sebagai kota yang terus berkembang dan membangun, tak lepas pula dari tren one stop living and entertainment atau kompleks multi fungsi. Termasuk di dalam kompleks tersebut, terdapat apartemen yang...

Read more

Nostalgia Belanja Jalan Surabaya

02-11-2010 Hits:205881 Jalan - jalan

Nostalgia Belanja Jalan Surabaya

            Berburu barang antik memang memberi rasa tersendiri bagi para kolektornya. Hal inilah yang menjadikan jalan Surabaya tak pernah sepi dari kunjungan para kolektor setiap harinya.Para pedagang barang antik yang...

Read more

Pulang Basamo ke Ranah Minangkabau

19-10-2011 Hits:199822 Jalan - jalan

Pulang Basamo ke Ranah Minangkabau

Alam dan budayanya memukau, kulinernya onde lamak, arena belanjanya pun bikin kalap.

Read more

Serangan Alien di The Jungle 

13-07-2011 Hits:196522 Jalan - jalan

Serangan Alien di The Jungle 

Secara kebetulan para Alien menemukan dan mencoba kendaraan simulator, disusul serangkaian permainan Hi-tech yang meluncurkan mereka ke dalam berbagai simulasi dan berniat menguasai Bumi. Lantas,

Read more

Online User

Kami memiliki 97 guests dan tidak ada anggota yang online

About Us

Hunian dan lingkungan merupakan topik hangat yang selalu dibicarakan. MAJALAH RUMAHKU hadir untuk mewadahi baik aspirasi para pembaca maupun pemasang, produsen di bidang arsitektur dan interior.
Website : www.rumahku-online.com
Email : rumahku@mediantara.com
Facebook : htt p://facebook.com/majalah.rumahku

Newsletter

Lokasi Kami

Copyright (c) rumahku.rumahku-online.com 2019. All rights reserved.
Web Development by harmonydesain.com