Membangkitkan ‘Permata’ Urban yang Tertidur, 88 Plaza Balikpapan Membentuk Wajah Baru di Gerbang IKN
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 10 April 2026 19:04
- Ditayangkan: Jumat, 10 April 2026 15:30
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 97
- 10 Apr
Dikenal lama sebagai Kota Minyak, Balikpapan tumbuh dengan identitas industri yang kuat. Namun seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kota ini kini menyandang peran baru: Gerbang Menuju IKN.
Peran kota pun menghadirkan dinamika baru. Aktivitas Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan kian padat, lalu lintas kapal memenuhi pelabuhan modern, sementara jalan-jalan kota semakin ramai oleh mobilitas pekerja dan para pendatang—menjadi gambaran perubahan tersebut.
Kawasan 88 Plaza Balikpapan bukan sekadar kawasan komersial, namun sebagai ruang yang menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi berbagai kalangan, sekaligus membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Kehidupan urban yang sudah mapan, fasilitas kota yang lengkap serta akses transportasi yang mudah menjadikan kota ini sebagai titik singgah sekaligus rumah sementara. “Banyak orang datang ke Balikpapan untuk bekerja. Tapi bagi saya, kota ini terasa lebih dari itu—nyaman juga untuk hidup,” ujar seorang pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN.
Dinamika Kota dan Tren Properti
Balikpapan kini tidak lagi sekadar kota transit, tetapi mulai menata ulang dirinya sebagai kota tujuan dengan identitas urban yang semakin kuat.
Momentum pembangunan IKN turut memicu lonjakan permintaan properti komersial dan hospitality di Balikpapan. Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur akan mengalami peningkatan pada 2026. Proyeksi BI ini didorong oleh berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memberi dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di wilayah penyangga.
Karakter pasar properti Balikpapan akan bergeser dari sebelumnya didominasi kebutuhan industri menjadi semakin mengarah pada sektor jasa, hospitality, dan gaya hidup.
Perubahan ini turut membentuk pola hidup baru masyarakat kota, di mana kebutuhan akan ruang publik, area komunal, dan destinasi gaya hidup menjadi semakin relevan. Kondisi ini membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang kompetitif, terutama pada segmen ritel dan hospitality yang tumbuh seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi kota.
88 Plaza: Simbol Urban Baru
Tren positif ini mendorong kebutuhan akan ruang usaha dan kawasan komersial yang mampu mengikuti dinamika kota dan mengakomodasi kebutuhan pengusaha modern. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia atau INPP) menghadirkan proyek terbarunya, 88 Plaza Balikpapan.
Dirancang sebagai distrik urban dengan konsep open plaza, 88 Plaza Balikpapan menggabungkan area bisnis, gaya hidup, dan ruang publik dalam satu kawasan terpadu yang mudah dijangkau.
Boulevard lebar, kompleks retail dengan deretan ruko modern serta area plaza berkonsep alfresco atau terbuka memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung. Kesan welcome, terbuka dan nyaman sangat terasa.
Berlokasi di Jalan Syarifuddin Yoes, Sepinggan, Balikpapan Selatan, 88 Plaza berada di koridor utama Sepinggan, sebagai salah satu kawasan strategis di Balikpapan untuk bisnis maupun pengembangan properti.
Lingkungannya juga dikelilingi berbagai landmark penting kota. Balikpapan Sport and Convention Center—lebih dikenal sebagai Dome—berdiri megah tak jauh dari lokasi. Di sekitarnya terdapat pula Taman Tiga Generasi yang menghadirkan ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi warga. Sementara itu, akses menuju Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit.
Kehadiran 88 Plaza Balikpapan tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi destinasi baru sekaligus bagian dari pembentukan pusat aktivitas urban baru Balikpapan.
Konsep Hexa Terrace
Dibangun di atas lahan seluas delapan hektar, kawasan 88 Plaza akan dilengkapi hotel bintang empat jaringan internasional, kompleks retail dengan deretan ruko modern serta area plaza berkonsep alfresco atau terbuka, yang memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung. Konsep open plaza dan alfresco akan mengubah citra Balikpapan dari kota industri yang “kaku” menjadi kota lifestyle yang “cair”, dari industrial city menjadi Liveable City.
Presiden Direktur sekaligus CEO Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo menjelaskan bahwa pengembangan 88 Plaza akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap awal, tiga hektar kawasan akan menghadirkan 49 unit ruko tiga lantai di boulevard utama kawasan, dengan lini perdana bernama Ruko Ashton.
Deretan Ruko Ashton dirancang modern dengan fasad ganda, yang menghadap langsung ke arah boulevard utama kawasan. Posisi ini membuat setiap unit mudah terlihat dari jalur utama, sekaligus fleksibel untuk berbagai jenis usaha, mulai dari ritel, kuliner hingga kantor profesional.
Dirancang oleh Anggara Architeam, arsitek yang dikenal menangani sejumlah proyek ternama, 88 Plaza mengusung pendekatan arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis. Bangunan-bangunan di kawasan ini menerapkan arsitektur modern yang cerdas dan fungsional, dirancang sebagai respons terhadap karakter iklim Balikpapan yang cenderung panas.
Konsep Hexa Terrace dihadirkan dengan dukungan open plaza sebagai ruang interaksi, menciptakan area dengan suasana terbuka, nyaman, dan ramah bagi pengunjung. Melalui pendekatan Hexa Terrace, cahaya alami tidak langsung menembus ruang dalam, melainkan diterima terlebih dahulu oleh teras. Dengan begitu, panas dan silau matahari dapat diminimalkan, sementara ruang tetap terang secara alami.
Mengusung pendekatan Hexa Terrace, cahaya alami tidak langsung menembus ruang dalam, melainkan diterima terlebih dahulu oleh teras.
Selain itu, bukaan lebar dan langit-langit tinggi menciptakan sirkulasi udara optimal, menghadirkan penghawaan alami yang membuat ruang terasa lebih sejuk dan nyaman. Konsep ini bukan hanya menghadirkan estetika modern tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan dan kualitas hidup urban.
Secara keseluruhan, desain kawasan ini sesuai dengan standar baru bangunan hijau di Kalimantan, yang wajib mematuhi Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021, untuk menyelaraskan pembangunan masif dengan kenyamanan termal manusia.
Memperkuat Ekosistem Ekonomi Lokal
Pengembangan 88 Plaza Balikpapan menjadi penanda kebangkitan sebuah lahan strategis seluas delapan hektare yang sempat 'tertidur' hampir satu dekade setelah proyek sebelumnya terhenti. Paradise Indonesia hadir bukan hanya sebagai pembangun gedung baru, tapi sebagai "penyelamat" aset kota yang terbengkalai.
Kehadirannya mengusung harapan baru bagi lanskap urban Balikpapan, sekaligus menarik perhatian investor dan masyarakat yang mendambakan fasilitas urban modern di Kalimantan Timur. Bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga upaya memulihkan potensi ekonomi yang sempat tertunda di jantung kota.
Paradise Indonesia (INPP) menempatkan setiap proyeknya bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat denyut ekonomi masyarakat sekitar. Sejak tahap konstruksi hingga operasional 88 Plaza diproyeksikan membuka ribuan peluang kerja dan memicu tumbuhnya berbagai sektor usaha pendukung. Aktivitas yang tercipta tidak berhenti di ruang ritel dan perhotelan, tetapi juga menyasar ke lingkungan sekitar, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Adapun bagi pelaku usaha lokal dan UMKM, kawasan ini menjadi peluang naik kelas, untuk hadir berdampingan dengan brand nasional maupun internasional, membentuk jaringan bisnis yang saling melengkapi.
Nilai properti kawasan pun ikut terdongkrak seiring meningkatnya mobilitas pengunjung. Pertumbuhan sektor jasa, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga lahirnya peluang usaha baru perlahan membentuk wajah ekonomi kota yang lebih dinamis.
Dengan mengusung konsep low density development yang menggabungkan hotel, hunian, ruko, dan ritel dalam satu lokasi strategis, proyek ini menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan sekaligus meningkatkan daya saing Balikpapan sebagai beranda utama di Kalimantan Timur.
Visi Masa Depan
Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, Diana Solaiman, menyebut bahwa 88 Plaza Balikpapan bukan sekadar deretan ruko biasa. “88 Plaza Balikpapan bukan sekadar deretan ruko biasa, melainkan sebuah masterplan kawasan perkotaan dan ikon baru kota,” ujarnya.
Sementara itu, Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur sekaligus CEO Paradise Indonesia, menegaskan bahwa 88 Plaza Balikpapan bukan hanya sekadar kawasan komersial. “Kami mengonsep produk ini sebagai ruang yang menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi berbagai kalangan, sekaligus membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.”
Rencananya, 88 Plaza akan diluncurkan pada April 2026, dengan pembangunan dimulai beberapa bulan setelahnya. Kehadirannya menjadi bagian dari pembentukan identitas baru Balikpapan sebagai kota modern yang tidak hanya berfungsi sebagai penyangga, tetapi juga pusat aktivitas urban yang mandiri.
Pengembangan 88 Plaza Balikpapan dapat mencerminkan arah pengembangan kota, menciptakan ruang urban yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi simbol optimisme Balikpapan dalam menyongsong perannya sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara. Dari Kota Minyak menuju kota modern penyangga Nusantara, Balikpapan kini menapaki babak baru sejarahnya sebagai kota masa depan.



















