Kisah Perempuan Tangguh di Dunia Kerja: Dari Sales hingga Pemimpin di Kraft Heinz Indonesia
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 24 April 2026 08:03
- Ditayangkan: Jumat, 24 April 2026 06:31
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 32
- Cetak
- 24 Apr
Semangat R. A. Kartini terus hidup dalam perjalanan banyak perempuan Indonesia masa kini, termasuk Rezky Yulyanti Isa. Bagi Rezky, semangat Kartini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi dorongan untuk berani bermimpi dan menembus batas di dunia kerja.
Rezky (keempat dari kiri) saat menjalankan tugasnya di bidang Penjualan (Sales)
Sejak 2013, Rezky memulai kariernya di bidang sales FMCG (Fast-Moving Consumer Goods)—sektor yang identik dengan dominasi laki-laki. Dengan tekad kuat, ia memberanikan diri melamar dan terjun langsung ke lapangan, meski sempat diliputi rasa ragu.
Peralanan Karier dari Lapangan hingga Posisi Strategis
Di awal kariernya, Rezky bertugas sebagai tenaga penjualan di wilayah Sulawesi dan menjadi satu-satunya perempuan di tim. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menawarkan produk ke pasar hingga mengangkut barang dan bepergian bersama tim distribusi.
Keraguan dari lingkungan sekitar sempat muncul—bahkan ada yang memprediksi ia tidak akan bertahan lama. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi bagi Rezky untuk terus berkembang.
Kini, Rezky menjabat sebagai Head of Region di Kraft Heinz Indonesia, memimpin tim penjualan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Ia bertanggung jawab menyusun strategi bisnis sekaligus memastikan target perusahaan tercapai.
Di sisi lain, Rezky juga menjalani peran sebagai seorang ibu dengan anak yang masih dalam masa menyusui, menjadikannya contoh nyata perempuan karier yang mampu menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
Kepemimpinan Perempuan di Industri Manufaktur
Kisah inspiratif lainnya datang dari Fariatun, seorang Line Leader di fasilitas manufaktur Kraft Heinz Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur.
Sejak bergabung pada 1996, Fariatun meniti karier dari berbagai posisi, mulai dari assembling hingga penimbangan produk. Pengalaman tersebut membawanya pada peran kepemimpinan, meski awalnya ia sempat merasa gugup memimpin tim yang didominasi laki-laki.
Fariatun (keempat dari kiri) bersama rekan-rekan di pabrik Pasuruan
Kini, sebagai Line Leader, ia bertanggung jawab mengatur operasional produksi, mulai dari jadwal hingga koordinasi tim. Ia percaya bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam empati sekaligus ketegasan dalam memimpin.
Perempuan sebagai Penggerak Dunia Kerja
Rezky dan Fariatun merupakan bagian dari sekitar 32% karyawan perempuan di Kraft Heinz Indonesia. Perusahaan ini terus mendorong kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan melalui budaya kerja inklusif.
Menurut Dina Sitopu, People & Performance Director Kraft Heinz Indonesia, perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja berbasis meritokrasi.
Dina Sitopu, People & Performance Director Kraft Heinz Indonesia (keempat dari kiri pada baris depan) bersama karyawan dalam salah satu kegiatan perusahaan
“Kami percaya setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Komitmen ini tercermin dari meningkatnya keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan,” ujarnya.
Pada 2026, keterwakilan perempuan di Indonesia Leadership Team bahkan mencapai 71%, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Program Pengembangan Kepemimpinan Perempuan
Untuk mendukung pemberdayaan perempuan di dunia kerja, Kraft Heinz Indonesia menghadirkan berbagai program, antara lain:
- Women Leadership Institute (program global pengembangan pemimpin perempuan)
- Women Leadership Forum (wadah berbagi dan penguatan karier)
- Early Talent Leadership Program (pengembangan talenta muda, termasuk di sektor manufaktur)
Program-program ini membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk sektor yang sebelumnya didominasi laki-laki.
Pentingnya Kesetaraan Gender di Dunia Kerja
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional 2025, dari 146,54 juta penduduk bekerja di Indonesia, hanya sekitar 34,66% merupakan perempuan di sektor formal.
Angka ini menunjukkan bahwa peluang bagi perempuan masih perlu terus diperluas.
Dalam momentum Hari Kartini, Kraft Heinz Indonesia menegaskan pentingnya membuka akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang, berkontribusi, dan menjadi pemimpin di masa depan.
Semangat Kartini di Era Modern
Kisah Rezky dan Fariatun menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor—baik di lapangan maupun di level kepemimpinan.
Semangat Kartini kini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang keberanian untuk melangkah, berkembang, dan memberikan dampak nyata di dunia kerja.