YKI dan Perhimpunan Onkologi Indonesia Gelar Kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Senin, 02 Jun 2025 10:43
- Ditayangkan: Senin, 02 Jun 2025 10:43
- Ditulis oleh adminrumahku
- 02 Jun
Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025 Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menggelar kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”, yang dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta. Kedua organisasi menekankan bahwa dampak merokok, termasuk vape, tidak hanya dirasakan oleh perokok tetapi juga orang-orang terdekatnya yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan urgensi kampanye ini mengingat Indonesia masih berada di peringkat kelima sebagai negara dengan persentase perokok tertinggi di dunia, mencapai 38,7% (World Population Review, April 2025).
Ibu Murniati Widodo AS, Ketua Pelaksanaan HTTS 2025 YKI
Dalam pelaksaanaan kegiatan HTTS 2025, sebanyak lebih dari 300 pegiat olah raga dan masyarakat turut berpartisipasi untuk turut menyosialisasikan pesan “bebas asap rokok”. Ketua Panitia HTTS 2025 YKI, Ibu Murniati Widodo AS mengajak masyarakat untuk stop merokok karena asapnya berpotensi merugikan orang disekelilingnya, “Perokok pasif berisiko terkena kanker paru dan penyakit lainnya. Kami menghimbau stop merokok dan jauhi asap rokok, ciptakan lingkungan sehat untuk semua.”
Selain itu, Ketua POI Pusat, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM menambahkan bahwa Hari Tanpa Tembakau Sedunia harus menjadi momen refleksi dan komitmen bersama. “Tembakau adalah ancaman nyata terhadap kesehatan, terutama sebagai faktor risiko utama berbagai jenis kanker. Setiap hisapan rokok adalah langkah menjauh dari hidup sehat, dan setiap tindakan untuk berhenti merokok adalah investasi bagi masa depan yang lebih baik,” ujar Dr. Cosphiadi.
Tembakau: Ancaman Nyata bagi Kesehatan dan Keluarga
Tembakau dan nikotin dikenal sebagai karsinogen yang berkontribusi terhadap kasus kanker paru, penyakit kardiovaskular, serta penyakit paru obstruktif kronik. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Mei 2024), jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta, dengan 7,4% di antaranya merupakan anak-anak dan remaja berusia **10–18 tahun.
Setiap batang rokok mengandung lebih dari 7000 bahan kimia, termasuk 70 zat penyebab kanker. “Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa dampak tembakau tidak hanya mengenai perokok itu sendiri, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit serius bagi orang-orang di sekitarnya. Seperti yang kami sampaikan melalui kampanye tahun ini, ‘Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!!, merokok bukan hanya kebiasaan individu tetapi juga risiko bagi orang terdekat,” ujar Prof. Aru Sudoyo.
Kegiatan Sosialisasi YKI & POI di HTTS 2025
Untuk memperingati HTTS 2025, YKI dan POI menyelenggarakan berbagai kampanye edukatif, di: Iklan Layanan Masyarakat melalui video "Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!" di videotron Benhil Penjernihan, Graha Mandiri, SCBD Lot 9, Wisma Kemang, serta media sosial YKI Instagram @yayasankankerid.
- Pemasangan pesan simpatik HTTS di gerbang pintu utama kantor pusat YKI di Jl. GSSJ Sam Ratulangi no 35, Menteng, Jakarta Pusat.
- Distribusi Suvenir berupa gantungan kunci dan kartu eMoney dengan desain dan pesan edukatif.
Sosialisasi di berbagai lokasi, termasuk Stadion GBK Senayan, serta SPARK, melalui pemasangan standing banner, spanduk, dan booth sosialisasi. Lebih dari 300 pegiat olah raga dan masyarakat mendukung dan turut berpartisipasi untuk menyosialisasikan pesan “bebas asap rokok”

Masa Depan Tanpa Asap Tembakau
YKI berharap peringatan HTTS tahun ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap industri tembakau dan nikotin, serta memilih gaya hidup sehat. “Berhenti merokok meningkatkan kualitas hidup, mengurangi risiko kanker, dan membuat tubuh lebih kuat melawan penyakit!,” ajak Ibu Murniati Widodo AS.
Sementara POI mengajak seluruh masyarakat bersatu padu menciptakan lingkungan bebas asap rokok, “Mari kita bersatu—tenaga medis, pembuat kebijakan, masyarakat, dan generasi muda—untuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok, demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas kanker,” tutup Dr. Cosphiadi.
Sekilas Yayasan Kanker Indonesia
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) adalah organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker. Tujuan YKI adalah mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif. Menyadari bahwa penanggulangan kanker hanya mungkin berhasil bila dilakukan oleh semua pihak, maka YKI melaksanakan kegiatannya dengan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, swasta dan dunia usaha baik di dalam maupun luar negeri.



















